Gangguan Aneh Setelah Memotret Mayat

Gangguan Aneh Setelah Memotret Mayat

Mengalami Tindihan Atau Rep-Rep Setiap Malam

Dwi, pemuda berusia 22 tahun, status mahasiswa dan pekerjaan sampingannya adalah fotografer. Datang ke tempat praktek saya jam 10 pagi, Dwi mengaku bolos kuliah karena sengaja ingin menemui saya. Dia ingin sekali menceritakan pengalaman seram sekaligus konsultasi tentang keluhan yang dialami.

Menurut pengakuannya, Dwi mengalami tindihan setiap malam selama hampir dua minggu berturut-turut. Inilah yang membuat saya penasaran hingga kami berdua larut dalam obrolan. Posisi saya berada tepat di depan Dwi, kita berdua hanya bersekat meja kecil dan duduk berhadapan.

Saya membuka obrolan dengan bertanya tentang apa kesibukannya, dia menjawab “kegiatan saya sehari-hari kuliah, dua semester lagi wisuda. Selain ngampus, saya fotografer panggilan, buat kesibukan tambahan cari uang jajan Mbah”. Masih menurut Dwi “keluhan saya setiap hari mengalami tindihan sampai dada berdebar-debar hingga sesak nafas”.

Belum selesai Dwi bicara, saya sudah memotongnya “maaf, apa sudah cek dokter? barangkali apa yang kamu rasakan karena stres di tempat kuliah”, diapun menjawab “sudah Mbah, saya juga ceritakan masalah ini kepada kakak ipar, beliau membawa saya ke dokter psikiater, saya kuliah sudah tiga tahun berjalan, tidak ada masalah, artinya tidak ada hubungannya dengan kuliah saya Mbah”.

Mendapat jawaban yang masih mengambang, sayapun bertanya lagi “apa kata dokter waktu kamu periksa?”. Dwi menceritakan secara gamblang bahwa dokter hanya memvonis kecapean, kurang istirahat, mengenai tindihan dan rasa berdebar yang dialami, itu efek dari insomnia. Pak Dokter menyarankan untuk istirahat yang cukup dan mengkonsumsi obat penenang sementara.

Gangguan Aneh Setelah Memotret Mayat

“Sudah Minum Obat Penenang, Ternyata Tak Bisa Tidur”

Dwi melanjutkan ceritanya “saya sudah minum obat penenang, tapi saya tetap tak bisa tidur, semakin hari dada semakin berdebar, saya takut jadi gila, apakah Mbah ada obatnya, apakah Mbah juga pernah menangani kasus seperti saya?” tanyanya sambil terlihat panik. Sembari bercanda, saya menjawab “kamu waras kok, coba deh ini berapa? saya menyodorkan dua jari tangan dan dia tertawa.

Tolonglah Mbah, jangan bercanda, saya benar-benar khawatir sekali dengan kondisi ini” tegasnya. Dwi sangat gelisah, terlihat sekali dari raut wajah yang nampak muram. Dia melanjutkan pertanyaan “Apakah ini semua ada hubungannya dengan mayat yang saya foto Mbah?” tanyanya. Mendengar kata mayat, saya langsung berbalik tanya, “mayatnya siapa?”.

Dwi menjelaskan bahwa tempo hari, saat melintasi jalan menuju kampus, dia sempat berhenti dan turun dari motornya. Dia melihat kerumunan warga yang sedang menyaksikan seorang pria tergeletak bersimbah darah tak bernyawa. Menurutnya, setelah mencari info, ternyata pria tersebut korban tabrak lari.

Rasa penasaran saya semakin menjadi, untuk apa dia memotret mayat tersebut. Saya balik bertanya “Apa tujuan kamu memfoto itu, untuk apa?”. Dengan sigap Dwi menjawab “Iseng aja Mbah, karena waktu itu warga yang berkerumun juga memotret, saya ikut-ikutan”.

Sekedar mengingatkan, bedanya jaman dahulu dan jaman sekarang, setiap ada kecelakaan, warga berkerumun menolongnya, tapi kalau sekarang, warga berkerumun untuk memotretnya.

“Foto mayat itu membayanginya setiap malam”

Dwi terus mengejar saya dengan pertanyaan yang sama, “apakah ada hubungannya antara tindihan yang saya alami dengan mayat yang saya foto Mbah?”. Akhirnya saya menjelaskan bahwa “mungkin”, apa yang dialami oleh Dwi memang ada hubungannya dengan foto tersebut. Hal ini bisa terjadi ketika ada pesan yang ingin disampaikan melalui Dwi untuk keluarga yang ditinggalkan.

Melenceng sejenak, fenomena tindihan atau rep-rep sebenarnya bisa dijelaskan secara medis. Tindihan adalah gangguan syaraf motorik ketika orang sedang tertidur, atau ada syaraf terjepit karena salah posisi tidur. Apabila ingin mengaitkan tindihan yang dialami oleh Dwi, memang sedikit aneh. Sedangkan dari kacamata supranatura, tindihan adalah fenomena benturan energi manusia dengan energi dimensi lain.

Dwi menuturkan bahwa kondisi korban saat itu, kepalanya hancur, perutnya pecah dan ususnya keluar. Saksi mata juga mengatakan bahwa korban tabrakan “adu kambing”. Kejadian tersebut sekitar pukul 02.00 pagi, tabrakan antara motor dengan truk gandeng dari arah yang berlawanan. Mendengar apa yang Dwi ceritakan, seketika saya langsung terbayang dan ikut merinding.

Sejak kejadian itu, Dwi terus dibayangi wajah korban hingga ketakutan dan mengalami tindihan setiap malam. Saya menyarankan untuk menghapus foto tersebut, mengirimkan doa, serta berwudhulah sebelum tidur. Membaca doa dengan penuh keyakinan, akan memunculkan energi positif yang bisa menghilangkan energi negatif dalam tubuh.

Keywords : hantu mayat, mayat hidup

Share: