Kenapa Di Waktu Yang Sama Setiap Harinya Dia Selalu Meminta Jemput

Kenapa Di Waktu Yang Sama Setiap Harinya Dia Selalu Meminta Jemput

Tidak dianjurkan untuk orang yang punya penyakit jantung karena terdapat foto - foto yang membuat jantung berdegup kencang

Aku adalah anak pertama dan Adikku hanya satu, kebersamaan kami selalu bahagia dari bermain sampai tidur pun kami selalu berdua.

Usia adikku 6 tahun dan aku sendiri 10 tahun, dia adalah sosok bocah yang lucu dan cerdas selalu ingin dimanja. Papa dan mama sangat senang dengan keakraban kami, sehingga mereka memberikan kepercayaan ke pada aku untuk menjaga adik sepenuhnya saat bermain.

Papa membuatkan kami rumah pohon yang sangat bagus sekali, disanalah aku dan adik sering menghabiskan waktu bersama. Sepulang sekolah adikku sudah menunggu aku di rumah pohon, biasanya kami makan siang pun di sana bahkan sampai tertidur.

Setiap menjelang magrib, mama menjemput kami untuk segera pulang kerumah. Seperti itulah kegiatan aku dan adik setiap harinya, tidak pernah bosan bahkan perselisihan pun tidak pernah terjadi.

Penyesalan Yang Tidak Mudah Aku Lupakan

Seperti biasanya, aku pulang sekolah langsung ganti baju dan mengambil sepiring nasi serta lauk untuk makan bersama dengan adikku tercinta di Rumah pohon. Aku naik kerumah tersebut dan disana adikku sudah menunggu dengan ditemani sepiring nasi yang belum dia santap, karena biasanya memang kami makan bareng.

Disaat kami sedang menyantap makan siang, aku kebelet pipis memang tadi pas pulang belum sempat buang air kecil. Karena sudah tidak tahan, aku langsung turun menuju kamar mandi.

Saat didalam Kamar Mandi tiba-tiba ada goyangan besar yang aku rasakan, sampai aku pun lari keluar dan berteriak ”Gempaaa….kreekk..kreekkk…Gubraaakkkkkk ” suara keras sekali terdengar seperti ada pohon yang tumbang.

Cukup lama gempa berlangsung sampai saya ketakutan, tidak berapa lama mama keluar dari dalam rumah. ” mas..adik kamu mana ?” tanya mama.

Ya Allah, adik masih di Rumah Pohon mah ”jawab aku”

aku dan mama langsung bergegas kebelakang, disitulah kami melihat pohon besar yang dijadikan papa sebagai tumpangan Rumah Kecil untuk aku dan adik bermain telah tumbang.

Adik Telah Tiada

Yang membuat aku dan mama panik, pohon tersebut menimpah Rumah-rumahan tersebut. Teriakan meminta tolong dari kami pun sangat keras sekali, sampai tetangga berdatangan.

Sekitar 4 jam baru datang bantuan alat berat untuk membantu mengangkat pohon tersebut, pelan namun pasti tubuh adik akhirnya terlihat. Aku sangat syok sekali, dimana adik tersayang telah meninggal dunia.

Dia Selalu Meminta Jemput

Adikku Selalu Minta Dijemput

Dia Selalu Meminta Jemput

Sebulan berlalu kondisi aku belum juga membaik, karena hampir setiap hari dan menjelang magrib aku selalu mendengar suara adikku memanggil. ”Mas jemput, aku takut sendirian disini” suara itu selalu aku dengar.

Keywords : kisah horror mbah mijan, kisah horror terbaru

Share: