Warung Langgananku Tempat Berbagi Cerita Hantu

Warung Langgananku Tempat Berbagi Cerita Hantu

Ini adalah tempat mangkal.. dimana orang dari berbagai kalangan pernah bersinggah, tempatnya tak jauh dari keramaian dan ini adalah posnya para hantu, dimana manusia tengah bergosip mengenai 'mereka', kita tak pernah tau jika ternyata mereka pun ikut dalam bergosip ria ini.

Terkadang cerita didapatkan dari kejadian yang dialami langsung oleh pencerita, terkadang hanya kabar burung yang didengar dan terkadang nyomot diinternet karena viral, namun tak jarang ada yang mengarang untuk mendapatkan sensasi. Entahlah, mereka begitu saja menceritakan berbagai macam kisah bergenre horor yang terkadang ceritanya tak tuntas dan biasa saja.

Warung itu Tempatku Berbagi Cerita Hantu

Cerita pertama di tuturkan oleh seorang pemuda yang tinggal disebuah desa dan di desa itu menjadi jalan provinsi yang menjadikannya ramai akan kendaraan transportasi umum seperti bis. Karena sehari sebelumnya ada bis yang masuk ke sungai dibawah sebuah jembatan kecil, maka mencuat lagi cerita yang lama terpendam ini..

"Di situ angker mas, sudah banyak yang jadi korban. Coba dulu pas belum ramai kan sering orang-orang dicegat sama mbak-mbak ayu di jembatan, kalau bus yang lewat biasanya mbaknya sudah naik bus, pas kondektur cari, orangnya sudah tidak ada", tutur dia kepada orang yang juga tengah ngopi disebelahnya.

"Kemarin saya juga dengar kalau bus yang terjun ke sungai itu tidak ngebut, jalannya pelan, kata penumpangnya ada orang-orang sedang benerin jalan, lalu ada yang ngarahin belok kiri pakai bendera kuning, ga taunya itu jurang, pas ditengok tak ada satupun kegiatan benerin jalan disitu", lanjutnya.

Yah mungkin tak banyak dia bercerita mengenai jembatan angker di salah satu kota kecil yang berada di Jawa Timur itu.. malam semakin larut, angin dingin berhembus di belakang tubuhku yang hanya bisa menggigil sambil menyeruput teh yang ada dihadapanku, bulan masih tak terlihat dan hanya ada beberapa kendaraan bermotor melewati warung ini.

"Berarti mirip Sadikem yo mas", sahut orang yang disebelahnya itu.

Warung itu Tempatku Berbagi Cerita Hantu

Sadikem, nama yang tak asing dan memang sering disebut di sini.. ia adalah hantu wanita yang cantik bersemayam di sebuah jembatan entah untuk apa, dia sering mengganggu rumah yang berada disekitar jembatan itu hingga pengendara yang lewat di malam hari. Konon Sadikem ini meninggal karena tidak menaati adat temanten anyar, yakni tidak boleh keluar rumah sebelum 7 hari setelah menikah, Sadikem mencuci baju di sungai Bakung dan akhirnya hanyut ketika pernikahannya belum genap seminggu atau biasa disebut dengan sepasaran. Sadikem kerap menghantui pengendara laki-laki karena dikira sebagai suaminya, salah satu kecelakaan bus hebat terjadi beberapa tahun silam yang menewaskan seluruh penumpangnya, kejadian ini pun disangkutpautkan dengan hantu Sadikem.

"Sadikem memang seram mas, sampai dimasukin ke Tu*ul Ja*an-Ja*an", balasnya kepada orang yang baru ditemuinya itu.

Selain untuk mampir makan & minum, warung ini menjadi tempat bertemunya orang-orang baru seperti itu..

"Ngomong-ngomong soal kecelakaan bus, dulu pernah juga ada jeritan dan tangis korban di daerah Par*n sana, katanya itu ada 4 orang yang meninggal, kecelakaannya sekitar pukul 4 pagi. Warga di situ banyak yang dengar jam 2 pagi ada jeritan minta tolong dan ada suara nangisnya. Serem ya kalau sudah tentang kecelakaan, badannya ada yang hancur tak berbentuk", pukasnya sembari akan meninggalkan warung karena sudah larut.

" Bu, kopi 2 gorengan 5", beranjaklah dia mengendarai motor yang diparkir disebelahnya.

Tak lama kemudian ada truk yang menepi dan duduklah sopir serta keneknya di warung ini.

"Mpok es teh 1, kopi item 1", pinta salah satu dari kedua orang yang turun dari truk. Kemungkinan mereka berasal dari ibu kota, dilihat dari nomor polisi kendaraan yang ada di truk itu.

"Bang, bagi koreknya", sambil menyikutkan sikunya pada orang disebelahnya itu, ia mulai mengoceh tentang macam-macam, dari truknya yang bocor ban, hampir nabrak orang, jumpa cewe cantik, hingga ketemu setan di perjalanan.

"Bagaimana tuh yang ketemu setan?", tanya pembeli yang tadi sempat ditinggal sendiri setelah bercerita tentang bus tadi, Adnan namanya.

"Seperti biasa bang, kunti terbang sama pocong nebeng hahaha", terang pak sopir sambil merebahkan badannya di dipan yang sedang kosong.

" Memang banyak sekali cerita tentang itu, aku pernah dengar ada cewek lagi pulang kerja malem jam 10 an, saat melewati jalan yang lumayan rimbun pohonnya, ia sangat ingin nengok keatas, ternyata diatas ada sosok putih-putih sedang melayang. Pasti sangat berdebar tu cewe liat ada yang nongolin di atas, kejadian seperti itu biasanya sepi jalanannya, dia sendirian, lalu tancap gas, untung gak apa apa sampai di pemukiman warga", jelas Adnan yang memang hobi sekali mendengarkan cerita seram.

"Jangan lupain juga kalau ketemu gituan harusnya berdoa, gue dulu juga pernah nih diikutin, tapi gak kelihatan sosoknya, hanya ada sorot lampu gitu. Jadi gue ketempat nenek di Jogja, pas mau ke Imo*iri jalannya gelap, ga tau dah lewat mana, sama ponakan yang asli situ soalnya. Jalannya udah gelap, belok-belok, masih asri gitu, jadi pas malem ngeri. Sepanjang perjalanan tuh rasanya sepi, ga ada yang lewat baik nyalip atau dari depan. Pas ada sorot lampu dari belakang gue lega soalnya jadi ada temennya, eh die kaga lewat-lewat malah dibelakang mulu, padahal ponakan gue dah ngasih jalan. Akhirnya kita nengok dong ke belakang, gelap gulita brooo... kita kaget, keringet gue keluar semua, akhirnya dengan hati dagdigdug ponakan gue geber tu motor butut sampe kayak berat motornya, gue juga ngerasa pundak gue pegel, takut ada yang numpang akhirnya ya gue diem aja sambil merem sampe ada pemukiman hahaha", tanpa diminta bang kenek memberikan sebuah cerita yang menurutnya sangat mengganggu padahal hanya sorot lampu yang tak bertuan.

Sambil berbincang ringan sembari menghabiskan rokok sebatang demi sebatang, kami saling memberikan pengalaman mistis yang entah didapat darimana, nyata ataupun tidak, yang jelas obrolan itu sangat diminati.

Sebagai penutup cerita dengan pak sopir, Adnan berkata "Pak, kalau siang coba lihat ada warung ga di sini, ntar kayak temenku yang berhenti di warung malam-malam siangnya ga ada apa-apa, hahaha", cetusnya dan langsung pergi tanpa menyapa penjual, sudah biasa dia menumpuk uang hanya untuk bilang siang lihat warung ini ada atau tidak.

Malam ini berakhir dengan meninggalkan raut muka memucat dari pak sopir dan kenek yang tengah mencoba santai.

Keywords : cerita hantu indonesia, cerita warung hantu

Share: