Arwah Korban Kecelakaan yang Masih Betah di Rumah Sakit

Arwah Korban Kecelakaan yang Masih Betah di Rumah Sakit

Indoramal.com – Rumah sakit memang sumber cerita horor. Sebutkan apa saja cerita hantu yang kau tahu, rumah sakit punya cerita angker yang sama.

Setelah mengalami kejadian spektakuler yaitu jenazah ketinggalan, Bambang belum lepas dari gangguan dhemit-dhemit yang ada. Mungkin memang sudah jadi risiko pekerjaannya sebagai sopir mobil jenazah, harus dekat dengan yang sudah mati. Tapi tentu saja Bambang menerima reiikonya dengan berlapang dada, untuk mencukupi kebutuhan je.

Bambang tahu, tidak ada rumah sakit yang tidak horor, tak terkecuali rumah sakit di mana dia bekerja. Sudah bekerja selama 10 tahun di rumah sakit membuat dia lumayan kebal dengan gangguan setan. Dilempari kerikil ketika lewat kamar mayat, dipanggil-panggil pasien yang baru mati, disuruh nyetir pelan-pelan sama hantu pasien ketika mengantar jenazah adalah santapan harian.

Tapi namanya manusia tetap saja ada titik lemahnya. Meski sudah terbiasa diganggu setan, tetap saja ada kalanya dia keder juga jika harus berhadapan dengan setan. Salah satunya adalah pengalaman dia bertemu hantu yang badannya cuma separo di rumah sakit.

Bambang saat itu sedang jaga sif malam. Rumah sakit yang terkenal horor itu hawanya entah kenapa terasa berbeda bagi Bambang. Bambang memang mendapat firasat tidak enak sebelum berangkat kerja, tapi diabaikan begitu saja.

Malam itu tiba-tiba ada korban kecelakaan yang datang ke rumah sakit. Merasa sepertinya perlu dirujuk ke rumah sakit lain, akhirnya pasien itu dimasukkan ke mobil ambulan untuk dipindahkan ke rumah sakit lain. Ini saatnya Bambang harus bekerja.

Setelah selesai mengantar pasien, Bambang balik ke rumah sakit lalu mengantarkan berkasnya ke bagian administrasi. Di ruang administrasi, Bambang dimintai tolong untuk mengantar map ke ruang dokter, yang letaknya di dekat dapur. Tiba-tiba saja Bambang merasa ragu, tapi tetap dia bergerak mengantarkan.

Ruangan dokter ini hanya semacam ruang kecil untuk dokter istirahat, semacam tempat santai. Masalahnya adalah ruangan ini lumayan ada di ujung rumah sakit, dan tidak selalu ada orangnya apalagi di malam hari. Penerangan yang kurang membuat daerah itu makin terlihat menakutkan.

Dengan semboyan “setan ora doyan, dhemit ora ndulit, penting entuk duit” Bambang gagah berani berjalan menuju ruang dokter yang lumayan jauh dari pusat rumah sakit dan menyeramkan itu. Tapi di kejauhan, Bambang melihat ada bayangan manusia di depan ruang dokter tersebut.

Syukurlah aku nggak sendiri, pikir Bambang.

Makin dekat dia dengan ruang dokter, Bambang merasa ada yang salah. Orang itu seakan tidak menapak tanah, tapi tingginya sama seperti manusia kebanyakan. Menurut Bambang, kalau setan mengambang logikanya harusnya keliatan lebih tinggi, tapi ini cuma setinggi orang biasa. Bambang memutuskan untuk berjalan lebih cepat untuk memastikan itu setan atau bukan.

Setelah beberapa waktu, Bambang mulai menyesali tindakannya. Memang tingginya sama seperti orang biasa, tapi ternyata yang dia lihat adalah setan berwujud manusia berbadan hanya dari perut ke atas dan isi perutnya terlihat. Jantung Bambang seakan lupa berdetak selama 3 detik karena melihat pemandangan yang amat gore.

Tapi dasar Bambang memang antara tidak punya rasa takut, yang dia lakukan selanjutnya malah diajak ngobrol.

“Pak, ada dokternya nggak di situ?”

Ndilalah setannya menjawab, “Nggak ada, Pak, tadi lihat saya langsung lari keluar rumah sakit.”

“Oh ya sudah, Pak, matur nuwun. Saya balik dulu. Jenengan yang kecelakaan kemarin-kemarin terus dibawa ke sini itu po, Pak?”

“Iya, Pak, masih betah di sini.”

Lalu Bambang berlalu meninggalkan tempat itu menuju ruang administrasi rumah sakit. Dalam hatinya dia menggerutu,

Asu tenan, wis gajine cilik, tiap di rumah sakit ketemunya orang nggak lengkap. Kok ya nggak ada yang ngasih nomor togel biar ada gunanya gitu….

Share: