12 Wabah Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

12 Wabah Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

INDORAMAL.COM - Sebelum wabah virus korona berawal di Wuhan, China, kemudian dengan cepat menyebar ke sejumlah belahan dunia, ternyata sejak zaman sebelum masehi (SM) tidak sedikit wabah mematikan yang lebih ganas dari virus korona pernah terjadi.

Artinya, sejak manusia menghuni jagad bumi, virus korona bukan satu-satunya virus mematikan dan sangat menakutkan.

Berdasarkan catatan yang diinventaris media ini dari berbagai sumber, pernah terjadi 12 jenis wabah penyakit mematikan yang menyerang dan menewaskan ribuan orang. Mengutip celebesmedia.id dari halodoc.com, berikut ini catatan wabah itu:

Cacar Yunani

Pada masa sebelum masehi (SM), atau 430 SM tragedi penyakit yang sangat mengerikan pernah terjadi di Athena, Yunani. Serangan wabah penyakit yang kemudian terdeteksi sebagai serangan virus Variola, menewaskan sekitar 30.000 jiwa.

Nama penyakit itu, Cacar atau Smallpox. Kematian yang jumlahnya sangat besar itu, telah mengurangi sekitar 20 persen dari populasi penduduk kota di Athena.

Ciri-cirinya, yang terjangkit virus Variola atau cacar, mengalami demam dan ruam kulit yang khas dan progresif.

Di masa itu (SM), virus ini menjadi momok yang sangat menakutkan. Lebih menakutkan daripada mengahdapi musuh dalam peperangan. Vaksinnya sangat sulit ditemukan.

Hasil penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hanya sekitar 30 persen dari 10 orang yang terjangkit virus itu selamat, atau sekitar 3 dari setiap 10 pengidap cacar meninggal dunia.

Banyak pengidapnya yang memiliki bekas luka permanen, terutama di wajah mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, sampai menyebabkan kebutaan.

Akhrinya vaksinnya berhasil ditemukan, dan cacar bisa diberantas. Sedangkan di Amerika Serikat (AS) wabah cacar berakhir tahun 1949.

Polio yang Melumpuhkan

Sekitar awal tahun 1950 an, wabah yang namanya Polio. Penyakit ini sangat ditakuti di AS. Selain mematikan, wabah Polio mengakibatkan kelumpuhan permanen bagi penderitanya.

Berdasarkan catatan sejarah kesehatan, sebelum vaksin polio ditemukan, menyebabkan lebih dari 15.000 kasus kelumpuhan setiap tahun. Puncak kasus polio hampir menginfeksi 60.000 orang dan lebih dari 3.000 orang tewas. Kemudian dampaknya dapat ditekan setelah vaksin berhasil ditemukan.

Menurut ahli di WHO, pengidap polio bisa mengalami beragam gejala. Mulai dari demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada tungkai.

Dalam sebagian kecil kasusnya, penyakit polio menyebabkan kelumpuhan yang seringkali bersifat permanen. Hal yang perlu ditegaskan, tak ada obat untuk mengatasi polio. Penyakit ini hanya bisa dicegah dengan vaksin.

Wabah Justinian

Masih tahun sebelum masehi (SM), di Timur Tengah mewabah satu jenis virus yang juga sangat mematikan, namanya Justinian. Penyebaran wabah ini bermula pada tahun 541 SM.

Wabah ini tidak hanya menyebar di Timur Tengah, tapi melebar hingga ke belahan Asia dan lembah Mediterania.

Kematian yang diakibatkannya, jumlahnya sangat mengerikan, diperkirakan menewaskan 50 juta orang di Timur Tengah, Asia dan lembah Mediterania.

Dari penelitian, diketahui kemudian, penyebab penyakit mematikan atau Justinian tersebut adalah bakteri yang disebarkan tikus yang digigit oleh kutu yang terinfeksi.

HIV

Tak berhenti sampai di Polio, terbukti penyakit baru kembali menghantui warga dunia, setelah pada tahun 1984, para ilmuwan mengidentifikasi sebaran penyakit bernama human immunodeficiency virus atau HIV, sebagai virus yang menyebabkan AIDS. Pada tahun yang sama, virus HIV setidaknya telah menewaskan lebih dari 5.500 orang di AS.

Fakta korban HIV dalam angka, berdasarkan catatan WHO, HIV telah merenggut lebih dari 32 juta jiwa. Di samping itu, sekitar 37,9 juta orang yang hidup dengan HIV pada akhir 2018.

Sampai tahun 2020 ini, belum ada ditemukan vaksin atau obat yang dapat menyembuhkan orang yang mengidap HIV/AIDS, paling hanya obat untuk memperpanjang masa hidupnya.

SARS

Kemudian, setelah HIV/AIDS, pada November 2002 wabah SARS muncul di Tiongkok. Wabah ini dengan cepat menyebar ke beberapa negara. Seperti Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Eropa (Inggris, Italia, Swedia, Swiss, dan Rusia), hingga Amerika Serikat.

Epidemi SARS tak berlangsung lama, dan berakhir hingga pertengahan 2003, tapi sempat menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Bagaimana dengan jumlah korbannya? Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

Flu H1N1

Satu lagi pandemik muncul, namanya Flu H1N1, terjadi pada tahun 2009. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama flu babi atau swine flu.

Menurut CDC, sekitar 151.700 hingga 575.400 orang di seluruh dunia meninggal akibat infeksi virus ini, selama tahun pertama virus tersebut dengan cepat menyebar.

Kolera di Haiti

Kemudian, pada tahun 2010, epidemi kembali terjadi. Namnya kolera terjadi di Haiti, korban penyakit ini menewaskan sedikitnya 10.000 orang di Haiti. Epidemi ini terjadi setelah gempa bumi yang melumpuhkan negara tersebut.

Ebola

Selanjutnya, tahun 2014 Epidemi Ebola terjadi di Afrika Barat. Saat itu merupakan wabah Ebola terbesar yang pernah tercatat. Pada Agustus 2014 hingga Maret 2016, setidaknya 30.000 orang terinfeksi virus ebola. Sekitar 11.000 orang meninggal di Afrika Barat.

Akibat keganasan Ebola, WHO menetapkan penyakit ini sebagai Global Health Emergency, seperti swine flu atau flu babi pada 2009

Virus Zika

Pada tahun 2016, virus Zika mewabah. Penularannya dari nyamuk. Kemudian, WHO menetapkan Zika sebagai Global Health Emergency pada 2016.

Virus ini bisa menginfeksi 3 sampai 4 juta orang dalam waktu satu tahun. Zika yang ditularkan dari nyamuk itu, bisa menyebabkan cacat lahir seperti mikrosefali. Hingga saat ini, sekitar 86 negara telah melaporkan bukti infeksi Zika yang ditularkan oleh nyamuk.

Modern Plague

Kemudian, pada tahun 1860, kembali wabah mematikan menghantui penduduk dunia. Namanya wabahnya ‘The Modern Plague’ atau wabah modern. Menelan korban jiwa lebih dari 12 juta orang di Tiongkok, India, dan Hong Kong.

Para ilmuwan kesehatan, terbilang sangat lama menemukan vaksi penangkalnya. Sekitar 30 tahun kemudian atau tahun 1890 para ahli peneliti, menemukan bagaimana infeksi bakteri menular dan vaksinnya berhasil diciptakan.

Great Plague of London

Wabah mematikan lainnya, setelah Cacar Yunani dan Justinian, adalah Great Plague of London atau wabah besar London. Wabah ini awalnya menyebar di negara Tiongkok pada tahun 1334.

Kemudian dengan cepat, wabah besar London ini menyebar hingga di sepanjang jalur perdagangan pada jaman itu. Hanya dalam hitungan 18 bulan, Great Plague of Londong menewaskan sekitar 100.000 ribu jiwa di Kota London.

Serangan wabah hingga memasuki Florence, Italia, dimana akibatnya kehilangan sepertiga dari 90.000 penduduknya hanya dalam 6 bulan pertama. Dan secara keseluruhan, Great Plague of London menewaskan 25 juta penduduk Eropa.

Flu Spanyol

Wabah penyakit mematikan, sepertinya tidak akan pernah habis. Muncul satu dan vaksinya ditemukan, kemudian muncul lagi wabah lainnya. Seperti wabah pandemi flu besar atau yang disebut sebagai ‘Flu Spanyol’, wabah ini terjadi tahun 1918 dan 1919.
Wabah ini mulai menyebar di AS, kemudian merebak hingga ke Afrika Barat dan Prancis, kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia.

Kasus Flu Spanyol ini, mungkin menjadi catatan terbesar menelan korban jiwa dalam sejarah. Menurut jurnal di US National Library of Medicine National Institutes of Health, pandemi flu ini diperkirakan menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia.

Keywords : wabah mematikan, wabah mengerikan

Share: