Kamu Suka Dark Jokes? Jika Iya, Kamu Memiliki IQ Yang Tinggi

Kamu Suka Dark Jokes? Jika Iya, Kamu Memiliki IQ Yang Tinggi

INDORAMAL.COM - Apakah orang-orang memberi tahumu bahwa kamu memiliki selera humor yang “sakit” atau “tidak pantas”?

Jika demikian, kamu akan senang mengetahui bahwa psikolog telah menemukan hubungan positif antara selera humor yang gelap, kecerdasan superior, agresi rendah, dan stabilitas emosi.

Bagaimana para psikolog mendefinisikan humor "gelap" atau "hitam"?

Psikolog mendefinisikan humor hitam sebagai humor yang memperlakukan topik yang tidak menyenangkan atau menakutkan dengan hiburan.

Lelucon gelap menghadirkan subjek yang tidak sehat dan menjengkelkan, menggunakan kata-kata atau gambar lucu.

Berikut ini contoh lelucon kelam:

Nenekku, yang memiliki masalah ingatan, dulu suka menceritakan lelucon kepada kami.

Dia akan mulai dengan mengatakan 'Ketuk ketukan, siapa di sana?'

Dia kemudian mengatakan 'Aku tidak bisa mengingat,' dan mulai menangis.

Dan satu lagi:

Aku menggali di taman, dan menemukan kotak harta karun koin emas. Bersemangat, aku memutuskan untuk berlari di dalam ruangan dan memberi tahu istriku. Tapi kemudian aku ingat mengapa aku keluar untuk menggali lubang.

Akhirnya:

Dua teman pergi berburu di hutan. Tiba-tiba, salah satu dari mereka jatuh ke lantai. Temannya memanggil ambulan.

"Aku pikir temanku sudah mati!" Dia menangis.

"Tetap tenang," kata operator. "Pertama, kamu harus memastikan dia benar-benar mati."

Sambungan menjadi hening, dan operator mendengar suara tembakan.

'Selesai,' kata pria itu. 'Apa yang aku lakukan sekarang?'

Apa yang ditunjukkan oleh penelitian psikologis tentang humor gelap, kecerdasan, dan kepribadian?

Menurut sebuah penelitian yang diuraikan dalam jurnal Cognitive Processing, ada hubungan yang jelas antara kemampuan untuk menikmati humor gelap dan kecerdasan superior. Sekelompok peneliti Austria meminta 156 peserta untuk menilai kartun berdasarkan humor hitam.

Mereka juga menyelesaikan tes kecerdasan nonverbal dan verbal, agresivitas, dan gangguan mood.

Ketika mereka menganalisis data, para peneliti menemukan bahwa para peserta dibagi menjadi tiga kelompok:

Kelompok 1: Para peserta ini menunjukkan apresiasi yang moderat untuk humor gelap. Mereka memiliki kecerdasan rata-rata, menunjukkan sedikit gangguan suasana hati, dan melaporkan tingkat agresi yang sedang.

Kelompok 2: Para peserta ini tidak terlalu menikmati humor gelap. Mereka IQ rata-rata, lebih agresif, dan rentan terhadap gangguan suasana hati.

Kelompok 3: Para peserta ini menunjukkan preferensi yang kuat untuk humor gelap.

Skor IQ mereka di atas rata-rata, mereka mendapat skor rendah pada ukuran agresi, dan suasana hati mereka stabil. Mereka juga lebih cenderung berpendidikan tinggi.

Singkatnya, orang yang cerdas dan stabil secara emosi lebih mampu menghargai lelucon yang kelam.

Jadi, mengapa orang pintar menghargai humor hitam?

Untuk menghargai lelucon, kamu perlu memproses maknanya yang lebih dalam. Misalnya, kamu perlu memahami mengapa sebuah kata atau ide tidak pantas dalam konteks lelucon.

Kamu juga perlu menghargai bagaimana kata-kata digunakan untuk menyampaikan ide yang tidak terduga terhadap skenario tertentu.

Lelucon dapat dianggap sebagai masalah; lelucon yang bagus menghadirkan dunia dengan cara yang tidak terduga, dan otakmu perlu mengungkap maksud teller lelucon itu. Orang cerdas, yang biasanya lebih mampu memecahkan masalah, mampu melakukan ini dengan lebih cepat.

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan IQ di atas rata-rata lebih baik dalam menafsirkan lelucon secara umum, dan tampaknya aturan ini juga berlaku untuk humor hitam.

Jika kamu bisa memahami lelucon, kamu lebih mungkin mengalami rasa senang ketika membacanya. Bekerja dengan anak-anak dan remaja telah menunjukkan hubungan antara kecerdasan keseluruhan dan aktivitas di area otak yang digunakan dalam memproses humor.

Bagaimana dengan hubungan antara humor gelap dan stabilitas emosional?

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memahami lelucon bergantung pada proses emosional, serta kognitif.

Para peneliti berspekulasi bahwa orang-orang yang rentan terhadap gangguan emosional dan melaporkan tingkat agresi yang lebih tinggi lebih cenderung berada dalam suasana hati yang buruk pada waktu tertentu, dan karenanya cenderung tidak menganggap lelucon gelap itu lucu.

Di sisi lain, mereka yang biasanya dalam suasana hati yang baik atau netral memiliki penyangga psikologis terhadap lelucon tidak wajar, dan merasa lebih mudah memperlakukan mereka sebagai cerita lucu dan konyol.

Ini berarti mereka menemukan lelucon seperti itu lebih menyenangkan. Penjelasan lain yang mungkin adalah bahwa ketika seseorang dalam suasana hati yang agresif atau negatif, kemampuan mereka untuk memahami ide-ide yang kompleks berkurang.

Jika kamu bisa menghargai humor hitam, berbanggalah

Lain kali seseorang mengerutkan kening ketika kamu membuat lelucon yang kelam, katakan saja kepada mereka bahwa selera humormu adalah tanda kesehatan mental yang baik.

Atau, jika kamu lebih suka lelucon dari sisi yang lebih ringan, jangan terlalu khawatir jika teman atau kolegamu tampaknya memiliki selera humor yang tidak wajar. Mereka mungkin cerdas dan baik hati!

Keywords : dark jokes, humor gelap, humor hitam, humor dengan iq tinggi

Share: